Categories :

Kerajinan Bahan Limbah Keras: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Pengolahan Limbah Keras

Berikut ini penjelasan mengenai kerajinan bahan limbah keras, mulai dari pengertian, jenis hingga cara pengolahannya. Bahan limbah dapat dijadikan menjadi kerajinan yang menarik. Ada beberapa bahan limbah, termasuk limbah keras.

Limbah keras terbagi lagi menjadi dua yaitu limbah keras organik dan anorganik. Limbah keras organik dan anorganik ini dapat disulap menjadi aneka kerajinan yang unik dan menarik. Lantas, apa itu limbah keras?

Dikutip dari Buku Prakarya SMP Kelas 8 Edisi Revisi 2017 Semester 2 , limbah keras merupakan limbah yang berwujud keras, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Selain itu, juga tidak mudah diolah serta tidak mudah terurai dalam tanah. Jadi kerajinan bahan limbah keras ialah suatu kerajinan yang dibuat menggunakan bahan dari limbah keras.

Limbah keras organik adalah limbah yang berasal dari alam (tumbuhan dan hewan) bersifat keras, padat, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai dalam tanah. Sementara itu, limbah keras anorganik yakni jenis limbah yang berwujud keras, padat, sangat sulit. Bahkan tidak bisa untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk.

Contoh limbah keras anorganik adalah plastik, pecahan keramik, pecahan kaca, dan baja. Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam dan kimia yang tidak terbaharui. Limbah keras yang digunakan sebagai bahan dasar kerajinan dibedakan menjadi dua jenis, yakni:

Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk. Limbah keras organik berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan. Contohnya, cangkang kerang laut, sisik ikan keras, tulang ikan, tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing), tempurung kelapa, dan potongan kayu.

Limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk kerajinan. Namun, diperlukan peralatan yang cukup kuat untuk membantu dalam pengerjaannya. Limbah yang terdiri atas kandungan bahan kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa.

Namun, harus menggunakan teknologi tertentu, seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran. Contohnya, pelat pelat dari logam, pecah pecahan keramik, pecahan kaca, wadah/botol plastik, dan kaleng. Meskipun begitu, tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi.

Adapun pengolahan limbah organik dan anorganik memiliki teknik yang berbeda. Limbah organik biasanya didaur ulang menjadi pupuk tanaman sampai dengan bahan bakar biogas. Sementara itu, limbah keras yang ada di lingkungan masyarakat terlebih dahulu dilakukan pengolahan melalui beberapa cara.

Cara tersebut, meliputi: 1. Sanitasi (Sanitary Landfill) Sanitary landfill adalah suatu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik.

2. Pembakaran (Incineration) Pada proses pembakaran, sampah dibakar di dalam alat insinerator. Hasil pembakarannya berupa gas dan residu pembakaran.

3. Penghancuran (Pulverisation ) Pada pulverisation , penghancuran sampah dilakukan di dalam mobil pengumpul sampah yang telah dilengkapi dengan alat pengaduk sampah. Sampah sampah tersebut, dihancurkan menjadi potongan potongan kecil yang dapat dimanfaatkan untuk menimbun tanah yang letaknya rendah.

Limbah keras yang dapat didaur ulang ialah tempurung kelapa, cangkang kerang, tulang belulang, plastik, logam, kaca, plastik, dan kaleng. Limbah limbah dapat dipilah pilah sesuai kebutuhan. Jika dinilai tidak layak pakai, maka limbah dapat diselesaikan dengan cara dibakar.

Sebaliknya limbah yang masih dalam kondisi utuh, dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya kerajinan. Adapun sebagai informasi, proses pengolahan masing masing bahan limbah keras secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin.

Berikut ini proses pengolahan sederhana yang dapat dilakukan untuk bahan limbah keras. Seleksi bahan limbah keras perlu dilakukan sebelum proses produksi. Keadaan limbah keras biasanya tidak cukup bersih.

Maka, perlu dilakukan pencucian menggunakan detergen. Hal tersebut, dimaksudkan agar zat bekas makanan atau minuman dapat larut dan limbah keras menjadi bersih. Pengeringan dilakukan secara konvensional, menggunakan sinar matahari langsung atau secara langsung yang dibersihkan menggunakan lap kering.

Pewarnaan pada limbah keras dapat dilakukan dengan cara disemprot atau dikuas dengan cat. Setelah pewarnaan, bahan limbah harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau diangin anginkan. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti dipotong, ditempa, dilem, digerinda, dan diamplas.

Simak berita lain terkait Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *